Sosialisasi ‘Program Keluarga Harapan’

Dinas Sosial memiliki sebuah program yang disebut ‘Program Keluarga Harapan’, program ini juga diterapkan secara nyata dan intens di Desa Karanganyar, Kec. Klabang, Kab. Bondowoso. Program ini adalah sebuah upaya negara yang telah dilakukan selama sekitar 11 tahun sejak 2007 silam untuk terus mengikis tanjakan dari grafik angka kemiskinan Indonesia. Program Perlindungan Sosial ini memberikan bantuan bersyarat kepada ‘Keluarga Penerima Manfaat’ (KPM). Bantuan ini disebut bantuan bersyarat karena untuk mendapatkan bantuan ini pihak KPM diberi beberapa syarat dan ketentuan, seperti antara lain, merupakan ibu hamil, memiliki anak yang sedang menempuh pendidikan maksimal hingga SMA, penyandang disabilitas dan lansia.

Dinas Sosial telah memberikan keterbukaan akses atas fasilitas kesehatan juga pendidikan terdekat pada Keluarga Penerima Manfaat. Maka Pihak Dinas Sosial juga menekankan kepada KPM untuk lebih memilih fasilitas-fasilitas yang telah disiapkan negara itu. Petugas Dinas Sosial yang ditugaskan di Desa Karanganyar, Klabang, Bondowoso, Pak Agung mengatakan bahwa warga desa pada umumnya masih kuat kepercayaan animism-dinamismenya dan Dinas Sosial ingin warga desa untuk berobat pada fasilitas layanan kesehatan yang disediakan negara apabila terjadi sebuah kejanggalan yang dirasakan pada tubuh warga, bukannya pergi ke dukun atau yang biasa dijuluki ‘orang pintar’. Untuk keluarga yang memiliki anak-anak usia sekolahan, setiap anaknya akan mendapat jaminan. Namun, apabila anak tersebut telah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) maka jaminan dari Program Perlindungan Sosial bagi anak tersebut akan berhenti dan bayang-bayang biaya perguruan tinggi yang tak murah membuat banyak warga desa ciut hatinya untuk mendorong anak-anak mereka supaya melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi lagi. Sehingga, banyak dari pemuda Desa Karanganyar yang hanya menempuh pendidikan tertinggi hanya setara SMA.

Kolaborasi dengan Mahasiswa KKN Universitas Jember Gelombang II T.A 2017-2018

 

Kedatangan Mahasiswa KKN Universitas Jember ke Desa Karanganyar juga menjadi salah satu media bagi Dinas Sosial dalam memberikan penyuluhan terkait bantuan pemerintah selain PKH yang dibatasi pemberiannya maksimal pada pelajar setingkat SMA. Dalam hal ini, Pak Agung meminta bantuan Mahasiswa KKN Universitas Jember untuk memberi pemahaman bahwa ada bantuan biaya Perguruan Tinggi, yaitu BidikMisi atau ‘Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi’. Secara kebetulan, salah satu Mahasiswa KKN Universitas Jember di Desa Karanganyar merupakan penerima BidikMisi. Mahasiswa KKN Universitas Jember memberikan penyuluhan terkait rasa takut warga dalam menghadapi biaya kuliah anak mereka, Mahasiswa KKN menginformasikan betapa murah dan terjaminnya biaya kuliah dengan bernaung pada BidikMisi. Selain, memberi pemahaman kuliah gratis dengan BidikMisi, Mahasiswa KKN juga menyampaikan beberapa rencana program-program kerja KKN-nya seperti bimbingan belajar bagi siswa SD, pembuatan Web Desa, dan program lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *